
KUPANG – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menyatakan akan menindak tegas aksi penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bripda Torino Tobo Dara terhadap dua siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Kupang. Insiden kekerasan ini dilaporkan dipicu oleh persoalan sepele: kedua siswa kedapatan merokok.
Aksi kekerasan ini menjadi perbincangan hangat setelah kontennya viral di media sosial, menarik perhatian publik dan memicu reaksi keras dari jajaran kepolisian.
Diduga Dipukul Secara Membabi Buta
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden ini terjadi ketika Bripda Torino mendapati dua siswa SPN tersebut tengah merokok. Menurut kesaksian yang beredar, salah satu korban sempat memohon agar tidak dihukum secara fisik.
Namun, permohonan tersebut diabaikan. Torino diduga melakukan pemukulan secara membabi buta, menghantam bagian wajah, perut, dan sekujur tubuh korban, bahkan disertai dengan tendangan.
Hasil Visum Kontroversial
Setelah kejadian tersebut, kedua siswa segera dibawa untuk pemeriksaan kesehatan. Namun, hasil pemeriksaan yang dikeluarkan justru menimbulkan tanda tanya. Dilaporkan bahwa hasil cek kesehatan tidak menunjukkan adanya luka atau memar pada tubuh kedua korban, meski tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan cukup brutal.
Polda NTT Janji Tindakan Tegas
Menanggapi laporan dan viralnya kasus ini, Polda NTT menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan, terutama yang dilakukan oleh aparat terhadap calon anggota kepolisian.
Polda NTT berjanji akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengklarifikasi kronologi dan motif di balik insiden ini, serta memastikan Bripda Torino Tobo Dara mendapatkan sanksi yang setimpal sesuai dengan peraturan internal kepolisian dan hukum yang berlaku. (***)


No Comments