Mabes Polri Tetapkan Program Ketahanan Pangan Polda Jabar sebagai Role Model Nasional 2026

admin
9 Feb 2026 01:30
2 menit membaca

Jakarta – Atensi TNI Polri

Mabes Polri secara resmi menetapkan program ketahanan pangan yang digagas Polda Jawa Barat sebagai percontohan (role model) nasional tahun 2026. Penetapan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi di Mabes Polri, Jumat (6/2), sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem jagung pakan ternak di seluruh Indonesia.

Program yang telah diuji coba di wilayah Nagreg dan Ciamis ini dinilai berhasil membangun skema kolaboratif yang efektif, mulai dari pengelolaan produksi di hulu hingga kepastian penyerapan hasil panen di hilir. Model tersebut tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga menjamin kesejahteraan petani binaan secara berkelanjutan.

Brigjen Pol Langgeng Purnomo mengungkapkan bahwa model ketahanan pangan besutan Polda Jawa Barat menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada jagung tanpa impor pada tahun 2025. Dalam skema ini, Polri berperan sebagai penghubung strategis antara Kelompok Tani (Poktan) dan lembaga pembiayaan, khususnya perbankan, guna mengatasi kendala permodalan yang selama ini dihadapi petani.

“Polri hadir sebagai jembatan solusi, memastikan petani memiliki akses pembiayaan yang mudah, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dukungan pembiayaan tersebut diperkuat oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), khususnya Bank Rakyat Indonesia (BRI), yang telah menyiapkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro sebesar Rp180 triliun pada tahun 2026 untuk menopang sektor pertanian, termasuk jagung pakan ternak.

Tak hanya soal modal, keunggulan utama program ini terletak pada keberpihakan nyata kepada petani melalui kepastian harga jual. Polri bersinergi dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen sesuai standar Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Pada tahun 2026, Bulog menargetkan pengamanan 1 juta ton cadangan jagung nasional dengan harga Rp6.400 per kilogram, sehingga petani terbebas dari praktik tengkulak dan fluktuasi harga pasar yang merugikan.

Keberhasilan Polda Jawa Barat dalam memutus mata rantai tengkulak sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur kini mulai direplikasi oleh seluruh Polda di Indonesia melalui mekanisme pendampingan daring. Dengan dukungan manajerial dan pengawasan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup petani secara signifikan.

Melalui kolaborasi lintas sektoral yang solid, Polri optimistis ekosistem pertanian jagung nasional akan tumbuh sebagai pilar ekonomi pedesaan yang tangguh. Penetapan program ini sebagai role model nasional diharapkan semakin memperkokoh ketahanan pangan Indonesia sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani di seluruh Nusantara. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x
error: Content is protected !!